Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Sukses Tes CPNS Dan P3K 2018 / 2019 / 2020 / 2021 Sistem CAT Ter-update & Terlengkap



Menembus Tes Calon pegawai Negeri Sipil :

Pegawai negeri sipil (PNS) merupakan pekerjaan yang menjadi dambaan  bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Banyaknya keuntungan yang diberikan oleh pekerjaan ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.


Tidak heran jika setiap kali tes calon pegawai negeri sipil  (CPNS) diadakan,  puluhan   ribu  hingga ratusan  ribu  orang  melamar  untuk mengikutinya. Permasalahannya, tidak  semua  pelamar tersebut dapat diterima,  karena sedikitnya  lowongan yang tersedia.

Kegagalan  pelamar tes CPNS secara garis  besar terjadi karena  dua hal, yaitu  kegagalan administrasi (pada saat pendaftaran) dan kegagalan pada saat tes. Buku ini dibuat untuk membantu  peserta tes CPNS mengantisipasi hal tersebut.

Buku  ini  dilengkapi  dengan  persiapan  dan strategi  lolos tes CPNS,  pengenalan  metode tes CPNS terbaru dengan sistem computer assisted test (CAT), serta pengetahuan tentang jenis-jenis soal dalam tes CPNS.

Pengetahuan soal dibahas satu per satu dengan disertai tip  mengerjakan soal. Selain  itu,  buku ini juga dilengkapi simulasi soal tes CPNS dengan sistem  CAT.  Dengan  komposisi  tersebut,  diharapkan  buku ini  dapat  membantu  peserta tes CPNS dalam pertarungan memperebutkan formasi CPNS yang tersedia.

Mengenal Jenis Soal Tes CPNS :

Tes utama yang diujikan dalam seleksi CPNS adalah Tes Kompetensi Dasar (TKD). Seperti namanya, TKD bertujuan untuk menguji kompetensi atau kemampuan  dasar dari peserta seleksi CPNS. Tes kompetensi dasar terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1.   Tes Wawasan Kebangsaan
2.   Tes lnteligensia  Umum
3.   Tes Karakteristik Pribadi


Tes Wawasan Kebangsaan :

Tes wawasan  kebangsaan  (TWK)  bertujuan  untuk  menguji  wawasan  dan  pengetahuan peserta tes berkaitan dengan ilmu kebangsaan, terutama tentang em pat pilar kebangsaan, yaitu   Pancasila,   Undang-Undang  Dasar  Negara   Republik  Indonesia  (UUD  NRI)  1945, Bhinneka Tunggal lka, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

a.   Materi Tes Pancasila

Materi   tes   Pancasila    meliputi   tentang   sejarah    Pancasila,   pelaksanaan,   serta penggunaan   Pancasila   sebagai   ideologi   bangsa  dan   Negara   Kesatuan   Republik Indonesia.

Contoh soal:

Sebagai   ideologi,   Pancasila   tidak  sama   dengan   ideologi   negara   lain.   Pancasila mempunyai ciri khas, yaitu ....

A.  Pancasila diangkat dari nilai-nilai  luhur masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.
B.   Merupakan hasil pemikiran para tokoh filosofi.
C.   Memiliki  keanekaragaman di dalamnya.
D.   lsinya tentang tujuan yang hendak dicapai  negara.
E.   Berisi tentang sistem pemerintahan yang digunakan.
Jawaban: A
Pembahasan:
Pancasila tidak hanya hasil pemikiran seseorang, tetapi juga diangkat dari  nilai  luhur bangsa Indonesia, sehingga sesuai dengan kepribadian  bangsa.

b.  Materi Tes UUD NRI 1945

Materi Tes UUD NRI 1945 meliputi tentang sejarah UUD NRI 1945, isi dan amandemen
UUD NRI 1945, serta pelaksanaan UUD NRI 1945 sebagai konstitusi Republik Indonesia.
Contoh soal:
Pasal  34  UUD  NRI  1945  menjelaskan  tentang  usaha yang  dilakukan  negara  untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.  Pasal ini diamandemen pada tahun ....

A.       1999
B.       2000
c.       2001
D.      2002
E.       2003
Jawaban: D
Pembahasan:
Pasal  34 menjadi  salah  satu  pasal yang diamandemen pada tahun 2002. Pasal  yang diamandemen pada tahun 2002, antara  lain  Pasal  2, 6A, 8, 11, 16, 238,  230,  24, 31,
32, 33, 34, 37, aturan peralihan, serta aturan tambahan.


c.    Materi Tes Bhinneka Tunggal lka

Materi Tes Bhinneka Tunggal lka  meliputi tentang sejarah dan penerapan semboyan
Bhinneka Tunggal lka sebagai pemersatu keberagaman komponen bangsa.
Contoh soal:
Sebagai  negara  kepulauan  yang  memiliki  keanekaragaman,  Indonesia  mempunyai peluang besar terjadinya perselisihan jika setiap individunya masih menjunjung tinggi prinsip  kesukuan  mereka.  Sikap  yang dapat  mengikis  rasa  bangga yang  berlebihan terhadap sukunya adalah  ....

A.   Nasionalisme
B.   Patriotisme
C.   Primodialise
D.   Chauvinisme
E.   Etnosentrisme
Jawaban: A
Pembahasan:
Nasionalisme  adalah  loyalitas  atau  pengabdian   yang  tinggi terhadap  bangsa  dan negaranya  yang  ditunjukkan  melalui  sikap  mental  dan  tingkah  laku  individu  atau masyarakat.   Nasionalisme   membentuk   kesadaran   bagi   individu-individu   bahwa loyalitas harus ditujukan kepada bangsa dan negara, bukan suku, ras, maupun agama- nya sendiri.

d.  Materi Tes Negara Kesatuan Republik Indonesia

Materi Tes Negara  Kesatuan  Republik  Indonesia  meliputi  sejarah  pembentukan  dan perkembangan  Negara  Kesatuan  Republik Indonesia serta  pembangunan terkini dan tantangan yang dihadapi  dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Contoh soal:

Sebelum tertangkap pada saat Agresi Militer 11, Soekarno berhasil memberikan mandat kepada  Mr. Syarifuddin  Prawiranegara yang  berada di Sumatra untuk  membentuk Pemerintahan  Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kotanya di ....

A. Palembang
B.   Bukit Tinggi
C.   Medan
D.  Yogyakarta
E.   Bangka
Jawaban: B
Pembahasan:
Pada saat Agresi Milter II, Belanda menangkap dan mengasingkan Soekarno-Hatta ke Pulau  Bangka.  Namun, sebelum tertangkap, Soekarno berhasil  memberikan  mandat kepada  Mr.  Syarifuddin   Prawiranegara  yang  saat  itu   menjabat  sebagai   Menteri Kemakmuran,  yang  berada  di  Sumatra  untuk  membentuk  Pemerintahan  Darurat Republik Indonesia dengan ibu  kotanya di Bukit Tinggi.


A: Tes Inteligensia Umum

Tes inteligensia  umum  adalah  tes  yang digunakan  untuk  mengukur tingkat  inteligensia peserta tes CPNS. Tes ini terdiri atas tes verbal, tes numerik, dan tes penalaran.
a.   Materi Tes Verbal

Tes verbal   merupakan   bagian  dari  tes  inteligensia  umum   yang  bertujuan   untuk mengetahui kemampuan  inteligensia peserta tes terhadap bahasa. Tes ini terdiri atas tes sinonim, tes antonim, tes analogi, dan tes pemahaman  wacana.  Untuk dapat me- nguasai tes verbal,  peserta  tes  harus  banyak membaca  dan  memiliki  wawasan  luas yang berkaitan dengan penggunaan  bahasa.
1)  Tes Sinonim

Tes sinonim  biasa juga disebut tes  persamaan  kata.  Dalam  tes sinonim,  peserta  tes harus  memberikan  satu  pilihan  jawaban  yang  memiliki   arti  atau  makna  kata  yang sama dengan kata pada soal.

Contoh soal:

GRADASI

A.  Tingkat
B.   Baris
C.   Bayangan
D.  Terang
E.   Samar
Jawaban: A
Pembahasan:
Kata yang memiliki arti sama dengan gradasi adalah susunan derajat atau tingkat.

2)  Tes Antonim

Tes antonim  biasa juga  disebut  tes  lawan  kata.  Dalam  tes  antonim,  peserta  tes harus  memberikan  satu  pilihan  jawaban  yang  memiliki   arti  atau  makna  kata  yang berlawanan dengan kata pada soal.

Contoh soal:

PROLETAR
A.   Inferior
B.   Rakyat
C.   Bangsawan
D.   Marhaen
e.  Pekerja
Jawaban: C
Pembahasan:
Persamaan kata dari proletar adalah rakyat jelata, kaum marhaen, kelas pekerja, atau inferior.

Antonim yang sesuai adalah  bangsawan.

Tip Mengerjakan Tes Sinonim Dan Tes Antonim

Untuk  mengefektifkan  waktu  dalam  pengerjaan  tes  sinonim  dan tes  antonim,  gunakan tip dan trik di bawah ini.
    Eliminasi jawaban  yang sama

Dalam  suatu  soal  terkadang  terdapat  pilihan  jawaban   yang  memiliki  arti  sama. Segeralah eliminasi, karena itu sudah  pasti bukan pilihan jawaban  yang benar.
    Jawaban adalah  lawan kata dari pasangan jawaban  yang sama.

Sering kali pilihan jawaban  yang benar adalah pilihan jawaban  yang memiliki  arti kata berlawanan dari pilihan jawaban  yang berpasangan arti maknanya.

Contoh:

JUMBO

A.  Besar
B.   Nakai
c.  Bongsor
D.   Keeii
E.   Rajin

Perhatikan kata yang dicetak tebal!
Kedua  kata  itu  jelas  bukan  merupakan  pilihan  jawaban   karena  memiliki   arti  yang sama.  Lalu,  perhatikan  pilihan  jawaban   D  yang  memiliki   arti  berlawanan  dengan kedua pasangan pilihan jawaban  yang dicetak tebal tersebut.  Maka  pilihan jawaban  D merupakan jawaban  yang tepat dari soal tersebut.

3)  Tes Analogi

Tes analogi biasa juga disebut tes padanan hubungan  kata. Dalam tes analogi, peserta tes  harus  memberikan satu  pilihan jawaban  yang memiliki padanan  hubungan  kata setara dengan soal.

Conteh soal: YUWONO :  DEWASA
a.   Hormat :  Puja
b.  Eliminasi  : Penambahan
c.   Semangka  :  Blewah
d.  Ekaristi  :  lbadah
e.  Subjek : Objek
Jawaban: B
Pembahasan:
Hubungan antara  kata yuwono dan dewasa adalah kata dan antonimnya. Analogi yang sesuai adalah eliminasi  dan penambahan.


Tip Mengerjakan Tes Analogi


Pada  dasarnya, soal  analogi terdiri atas dua atau tiga kata yang memiliki  hubungan  dan Anda diharuskan  untuk  memilih jawaban  yang memiliki hubungan  serupa  dengan soal. Untuk mempermudah Anda dalam mengerjakan soal tes, di bawah ini terdapat 6 (enam) hubungan  utama yang sering muncul  dalam tes analogi.

     Hubungan dua kata yang saling berlawanan makna (antonim).
 Hubungan antonim ini seperti pada contoh soal.

     Hubungan dua kata yang memiliki  makna sama (sinonim).

Contoh:
Kencang :  Cepat
Alim  :  Pendiam

     Hubungan antara suatu  benda dan fungsinya.
Contoh:
Panci  :  Memasak
Gunting :  Memotong

     Hubungan antara suatu profesi dengan tempat kerja dan objek kerja.
Contoh:
Dokter :  Rumah Sakit
Kasir: Toko

     Hubungan antara suatu objek dengan salah satu  bagiannya.
Contoh:
Tubuh : Tangan
Mobil: Ban

     Hubungan antara suatu benda dengan jenisnya  secara khusus.

Conteh:
Bunga  : Melati
Makanan  : Roti


4)  Tes Pemahaman Wacana

Tes pemahaman  wacana  menguji kemampuan peserta  tes untuk  memahami  suatu informasi  secara  utuh.  Peserta  diberikan  suatu  informasi  dalam  bentuk  wacana, cerita,  atau  berita,  kemudian  diharuskan  untuk  menjawab  pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi informasi tersebut.

Contoh soal:

Gunakan keterangan di bawah ini untuk mengerjakan soal!

Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah  (PPnBM) untuk mobil di atas 2.500 cc dari 75% menjadi  125% diprediksi tidak akan menurunkan penjualan mobil mewah di Indonesia.  Pasar  mobil  mewah  di  Indonesia  adalah  pengusaha  atau  perusahaan yang utamanya  mengejar fasilitas yang tersedia dari sebuah  mobil  mewah,  sehingga tidak terlalu  mempermasalahkan soal  harga.

Para  penjual  mobil  mewah  sendiri  memperkirakan akan  terjadi  penurunan  angka penjualan,  ketika kenaikan PPnBM mulai diberlakukan pada bulan April 2014. Namun, itu hanya akan berlangsung sekitar tiga bulan.

1.  Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah  (PPnBM) untuk mobil di atas 2.500 cc adalah sebesar ....
A. 25%
B. 50%
C.   60%
D.   75%
E.   125%
Jawaban: B
Pembahasan:
Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah  (PPnBM) untuk mobil di atas 2.500 cc adalah sebesar 50%, yaitu dari 75% menjadi  125%.


2.   Penurunan   angka  penjualan   mobil  mewah   akibat  kenaikan  Pajak   Per­
tambahan  Nilai Barang Mewah  diperkirakan berlangsung selama ....

A.  1 bulan             B.   2 bulan             C.   3 bulan   D.   6 bulan   E.   12  bulan
Jawaban: C
Pembahasan:
Jawaban  ada  pada paragraf kedua, yaitu  penurunan  angka  penjualan  mobil  mewah akibat kenaikan  Pajak Pertambahan  Nilai  Barang Mewah  diperkirakan  hanya akan berlangsung sekitar tiga bulan.


Tip mengerjakan
Tes pemahaman wacana

Ada beberapa  cara  yang dapat  dicoba  saat  mengerjakan soal  tes pemahaman  wacana. Cara-cara  ini  membantu Anda untuk lebih  cepat mengerjakan soal, sehingga akan  lebih efisien dari segi waktu.

     Baca langsung soalnya!

Untuk  mengerjakan  soal  pemahaman  wacana,  Anda  dapat  langsung  menuju  pada soal, tanpa membaca wacana atau berita secara utuh. Dari pertanyaan soal tersebut, Anda dapat mencari jawaban  secara cepat pada wacana atau berita soal.
     Fokus pada kata  kunci pertanyaan soal!

Fokus  pada  kata  kunci  pertanyaan  soal  dapat  melipatgandakan  kecepatan  Anda dalam  mengerjakan  soal  tes  pemahaman   wacana.  Cari  kata  kunci  dari  soal  yang diujikan dan aplikasikan pada wacana atau berita soal.

b.   Materi Tes Numerik

Tes  numerik   merupakan  bagian  tes  inteligensia   umum   yang   bertujuan   untuk mengetahui kemampuan  inteligensia peserta tes terhadap angka. Tes  numerik yang digunakan  dalam tes CPNS adalah deret hitung dan matematika.
1)  Tes Deret Hitung

Dalam mengerjakan tes deret hitung,  peserta tes harus meneruskan isi atau  mengisi bagian yang kosong dari suatu deret hitung yang berpola. Kecerdasan  peserta dinilai dari kemampuannya menganalisis dan mengenali  pola deret yang ada  pada soal.

Contoh soal:
13      8  16  11  19 14  22 ...
A.       17     
B.       20     
c.       21     
D.      25     
E.       27     
Jawaban: A
Pembahasan:
+3     +3     +3
13  
8       
16     
11     
19     
14        
22

+3              
+3              
+3

2) Tes Matematika

Tes matematika digunakan  untuk menguji kemampuan  peserta tes akan matematika dasar. Peserta tes harus menyelesaikan  soal matematika cerita dengan tepat. Adapun, soal  yang sering  keluar dalam tes matematika  adalah  soal  tentang  aritmatika  sosial dan bangun ruang.

Contoh soal:

Sebuah  barang  dibeli  dengan  mendapat  untung  15%. Jika  untung  yang  diperoleh sebesar Rp21.000, harga jual barang tersebut adalah ....

A.   Rp161.000
B.   Rp160.000
C.   Rp155.000
D.   Rp151.000
E.   Rp140.000
Jawaban: A
 Pembahasan:
Harga  Beli
= 21.000 x  lOO
15

Harga Jual

= 140.000
= 140.000 + 21.000
= 161.000


c.   Materi Tes Penalaran

Tes penalaran  merupakan  bagian  dari  tes  inteligensia  umum  yang  bertujuan  untuk mengetahui kemampuan penalaran peserta tes dalam bentuk yang paling sederhana. Tes penalaran yang digunakan  dalam tes CPNS adalah  penalaran  logis dan penalaran analitis.
1)  Tes Penalaran Logis

Tes  penalaran   logis   bertujuan   untuk   menguji  kemampuan    peserta   tes   dalam menggunakan   logikanya. Peserta tes harus memberikan kesimpulan  dari  informasi- informasi yang diberikan pada soal.

Contoh soal:

Setiap pemuda  Desa Suka  Maju membawa  tongkat untuk ronda malam. Setiap pemuda  Desa Suka  Makmur membawa  pedang untuk ronda malam. Sofwan membawa  tongkat untuk ronda  ma lam.

A.  Sofwan bukan pemuda  Desa Suka Maju dan Desa Suka Makmur. B.   Sofwan pemuda  Desa Suka  Maju dan Desa Suka  Makmur.
C.   Sofwan bukan pemuda  Desa Suka Maju. D.   Sofwan pemuda  Desa Suka  Maju.
E.   Sofwan membawa pedang.

Jawaban: D
Pembahasan:
Sofwan  merupakan  bagian  dari  pemuda  desa yang  membawa  tongkat  saat  ronda malam.  Pemuda  yang  membawa   tongkat  adalah  pemuda   Desa  Suka  Maju.  Jadi, Sofwan adalah pemuda  Desa Suka  Maju.


Tip Mengerjakan Tes Penalaran  Logis


Anda harus membuat kesimpulan HANYA dari informasi yang ada pada soal. Beberapa orang terjebak  dengan memikirkan variasi jawaban sesuai keadaan nyata, tetapi justru keluar dari konteks soal.
2)  Tes Penalaran Analitis

Tes  penalaran  analitis  bertujuan  untuk  menguji  peserta  tes dalam  menggunakan kemampuan analisisnya. Peserta tes diberikan  suatu wacana yang berisi informasi- informasi. Tugas peserta tes adalah menganalisis dan mengolah informasi-informasi tersebut, kemudian memberikan jawaban sesuai dengan soal yang diminta.

Contoh soal:

Gunakan keterangan di bawah ini untuk menjawab soal!

Setiap pagi, Rocky berangkat kerja dijemput oleh Akmal. Mereka berdua kemudian bersama-sama menjemput Lisa untuk berangkat kerja bersama. Mereka bertiga akan datang ke kantor setelah Yanti. Sepuluh menit setelah mereka bertiga datang, Edgar akan menjadi orang yang terakhir yang tiba di kantor.

Jika orang yang pertama datang adalah yang memiliki rumah terdekat dan orang yang menjemput memiliki  rumah lebih jauh dari yang dijemput, siapakah yang rumahnya terletak di tengah di antara  kelima orang tersebut?

A. Edgar B. Akmal C. Rocky D.   Lisa
E.   Yanti Jawaban: C Pembahasan:
Urutan rumah sesuai waktu datang ke kantor dan orang yang menjemput adalah: Yanti - Lisa - Rocky-Akmal - Edgar


Tip Mengerjakan Tes Penalaran Analitis

Cara cepat untuk mengerjakan tes penalaran analitis adalah dengan membuat alat bantu visual dari informasi-informasi yang diberikan. Alat bantu visual tersebut dapat berupa tabel atau gambar.


Tes Karakteristik  Pribadi

Kebutuhan  akan  CPNS  yang berkompeten  menjadi  salah  satu  pendorong adanya tes karakteristik  pribadi  dalam  seleksi  CPNS.  Tes  ini  diharapkan  dapat  menilai  karakter personal peserta tes, sehingga peserta tes yang lulus diharapkan tidak  hanya memiliki kemampuan inteligensia yang tinggi, tetapi juga memiliki karakter pribadi yang baik.

Dalam tes karakteristik pribadi, terdapat 11 (sebelas) kategori karakter yang dinilai, yang semuanya adalah kategori-kategori yang dipandang dapat mendukung  kinerja sebagai CPNS. Kesebelas kategori tersebut, sebagai berikut.

1.     lntegritas diri.
2.    Semangat berprestasi.
3.    Kreativitas dan inovasi.
4.    Orientasi pada pelayanan.
5.   Orientasi kepada orang lain.
6.   Kemampuan beradaptasi.
7.    Kemampuan mengendalikan diri.
8.   Kemampuan bekerja  mandiri dan tuntas.
9.   Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan.
10.  Kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
11.  Kemampuan menggerakkan dan mengoordinasi orang lain.

Tes karakteristik pribadi tidak memiliki jawaban benar atau salah, karena semua pilihan jawaban mengindikasikan karakter dari peserta tes tersebut. Masing-masing soal memiliki pain tersendiri sesuai kategori soal.

Contoh soal:

Sebagian  dari  teman  satu  kantor Anda pulang lebih  awal  dari  waktu  yang seharusnya. Sikap Anda ....
A.   Mengikuti teman satu  kantor untuk pulang lebih awal.
B.    Tetap mengikuti aturan yang berlaku, pulang sesuai waktu yang seharusnya.
C.    Mengikuti teman satu  kantor demi toleransi bersama.
D.    Tidak mengikuti teman satu  kantor supaya dinilai pegawai yang rajin.
E.    Secara diam-diam  mengikuti teman satu  kantor.
Pembahasan:
Soal  tersebut  bertujuan  untuk  mengetahui  integritas  diri  calon  pegawai. Semakin  kita memiliki integritas, semua orang akan segan dan hormat, begitu pun sebaliknya.

Jawaban dan poin nilai:
Pilihan Jawaban
B
A c E
D
Poin Nilai
5
4
3
2
1

Tip Mengerjakan Tes Karakteristik Pribadi

Untuk mendapatkan hasil  maksimal dalam tes karakteristik pribadi, gunakanlah  posisi terbalik. Jadi, saat Anda mengerjakan soal tes, posisikan diri Anda sebagai orang atau pemerintah yang sedang  mencari  pegawai. Pilihlah jawaban  yang Anda inginkan jika Anda sebagai penerima karyawan atau pegawai.

Persiapan Mengikuti Seleksi Cpns

"Tidak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau be/ajar dari kegagalan."

"' Collin Powell  "'

Persiapan  adalah  kunci  utama  dalam  pencapaian  kesuksesan. lni  berlaku  untuk semua hal, begitu pun dengan seleksi CPNS. Jika Anda ingin berhasil lolos dalam tes, Anda harus mempersiapkan diri dengan  baik. Persiapan  untuk menembus  seleksi  CPNS secara garis besar dapat dibagi menjadi  tiga, sebagai berikut.

1.   Persiapan Administrasi

Mengapa  kesiapan administrasi penting dalam persiapan tes CPNS?

Tes CPNS  adalah  tes  formal.  Proses  pelaksanaan  sejak  masa  pendaftaran  hingga pengumuman  kelulusan,  diatur  dengan  sangat  cermat  dan sesuai  peraturan. Oleh karena  itu,  peran  berkas administrasi Anda  sangat  penting,  terutama  pada  masa pendaftaran. Lengkap atau tidaknya berkas administrasi dapat menentukan bisa atau tidaknya  Anda mengikuti tes CPNS.

Untuk  itu,  segera  lengkapi  berkas  administrasi  yang dibutuhkan  jauh  hari  sebelum tenggat  waktu  pendaftaran  ditutup.  Akseslah  secara  rutin  informasi  tentang  tes CPNS dan berkas administrasi yang dibutuhkan melalui internet. Semakin cepat Anda melengkapi  berkas administrasi, akan semakin cepat pula Anda mengalihkan  fokus ke persiapan yang lain.

2.  Persiapan Materi Tes

Persiapan materi tes adalah faktor utama penentu keberhasilan Anda dalam mengikuti tes CPNS.  Kabar  baiknya,  persiapan ini  dapat  dilakukan  secara  maksimal  jauh  hari sebelum pelaksanaan tes.

Mengapa  demikian?  Karena jenis tes yang diujikan dalam tes CPNS tidak mengalami perubahan yang signifikan dari tes-tes CPNS terdahulu. Artinya, Anda dapat meraba tipe-tipe soal berdasarkan tes CPNS terdahulu.

3.   Persiapan Fisik dan Mental

Fisik  dan  mental  yang  baik  dapat  membantu  Anda  dalam  mengerjakan  tes  CPNS. Kondisi tubuh yang fit akan berpengaruh terhadap konsentrasi Anda saat mengerjakan soal tes. Jadi, beristirahatlah yang cukup saat akan menjalani tes CPNS.

Fisik yang fit tidak akan membantu jika tidak  diimbangi  dengan mental yang mantap. Untuk itu,  percayalah  pada kemampuan  diri  Anda. Yakinilah  bahwa  seleksi  CPNS ini adalah jalan  untuk meraih impian dan keinginan Anda.

Delapan Langkah Rahasia Taklukkan Tes Cpns

Ketiga  persiapan di atas dapat dijabarkan  ke dalam 8 (delapan)  langkah  utama  di  bawah ini.

1.  Mencari lnformasi Tes CPNS

Carilah  informasi  tentang  tes CPNS yang ingin  Anda  ikuti  sedini  mungkin.  Akseslah informasi secara berkala dari berbagai media. Akseslah informasi sebanyak mungkin, dari  waktu  pendaftaran,  formasi  yang dibutuhkan,  hingga  syarat  administrasi  yang dibutuhkan.

2.  Siapkan Berkas Administrasi dan Segera Mendaftar

Siapkan   berkas   administrasi   Anda  secepatnya   dan  segeralah   mendaftar   begitu pendaftaran dibuka. Sistem seleksi penerimaan CPNS terbaru memberlakukan kuota peserta untuk tiap formasi. lni berarti untuk setiap formasi yang tersedia, hanya dapat diikuti oleh beberapa peserta. Di sini berlaku hukum 'siapa cepat dia dapat'. Jika Anda terlambat untuk mendaftar, kemungkinan besar Anda tidak  bisa mengikuti tes CPNS.

3.   Pelajari Materi Tes

Setelah  mendaftarkan  diri,  sambil  menunggu   waktu  pelaksanaan  tes,  pelajarilah materi-materi soal yang akan diujikan. Setelah Anda mendaftar untuk mengikuti tes CPNS, fokuskan pikiran Anda dan luangkan waktu untuk belajar materi soal tes CPNS, minimum tiga jam setiap harinya.

4.   Mengenal Tempat Ujian

Carilah  informasi  sedetail  mungkin  tentang  tempat  Anda  melaksanakan  tes  CPNS. Jika kebetulan Anda harus melaksanakan  tes CPNS di luar kota, datanglah  minimum dua  hari sebelum  hari pelaksanaan  ujian dan gunakan  hari terakhir  sebelum  ujian untuk  mencari  tempat  ujian  Anda.  Pelajarilah  rute  yang  harus  Anda  tempuh  dan berbagai macam kendala yang mungkin  muncul untuk menuju tempat ujian, seperti kemacetan atau  kurangnya moda transportasi.

5.  Siapkan Fisik dan Mental

Tidurlah  dengan tertib pada malam  sebelum tes CPNS. Jangan  bergadang agar fisik Anda sehat dan segar saat ujian.  Siapkan  mental Anda untuk menghadapi tes CPNS. Jangan terlalu terbebani dan grogi. Yakinlah pada kemampuan  diri Anda dan tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda pasti bisa menaklukkan tes CPNS.

6.   Bangun Pagi dan Berangkat Lebih Awai

Jangan  terlambat  bangun  pada  hari  tes  dan  berangkatlah  lebih  awal.  Setidaknya, pastikan Anda akan sampai ke tempat tes satu jam sebelum waktu  pelaksanaan  tes. Jangan  lupa  untuk  sarapan  agar  Anda   tidak  kelaparan  saat  tes.  Rasa  lapar  dapat mengurangi   konsentrasi  Anda  saat  mengerjakan  soal  dan  dapat  berakibat  fatal terhadap hasil tes Anda.

7.   Teliti Mengerjakan  Soal

Ketelitian  dalam  mengerjakan soal  sangat  diperlukan dalam  tes  CPNS.  Mengingat singkatnya   waktu   yang   diberikan,  sebaiknya   gunakan   tip   di   bawah   ini   untuk mengerjakan soal.

   Bacalah soal dengan cepat.

• Segera  lewati  soal yang sulit dan berlanjut  untuk mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu.

• Untuk soal  cerita,  bacalah  soal terlebih dahulu,  lalu  carilah  apa  yang ditanyakan dan carilah jawaban  dengan cepat pada cerita.

8.   Berpasrah  Diri

Setelah  mengikuti  tes  CPNS,  banyaklah  berdoa  dan  pasrahkan  hasilnya  pada  Yang Maha Kuasa.


Berkas Administrasi  Tes CPNS

Berkas  administrasi  yang  dibutuhkan  dalam  seleksi  CPNS  dengan  metode  computer assisted test (CAT) kebanyakan dalam format digital atau file. Data-data yang dapat Anda persiapkan jauh-jauh hari sebelum mendaftarkan diri, sebagai berikut.

     Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Kartu  Tanda  Penduduk  adalah  data  utama  yang  harus  Anda  miliki untuk  mengikuti seleksi  CPNS. Jika Anda belum  memiliki KTP,  buatlah  dengan segera  agar sudah siap pada saat  pendaftaran  tes  CPNS  dibuka.  Untuk Anda yang  memiliki   KTP, terutama yang  bukan  e-KTP,  pastikan  bahwa  KTP  Anda  masih  memiliki   masa  berlaku  yang panjang.

     ljazah dan Transkrip Nilai Pendidikan Terakhir

Anda akan  diminta  untuk memasukkan  tahun  dan nomor ijazah terakhir Anda  serta lndeks  Prestasi  Kumulatif {IPK)  Anda dalam  input  data  saat  pendaftaran.  Selain  itu, Anda  juga  harus  mengirimkan  format  digital  (hasil  scanning)  ijazah  dan  transkrip dalam format PDF.

Oleh karena itu, periksa dan telitilah ijazah dan transkrip nilai Anda jauh hari sebelum masa pendaftaran tes CPNS.  Banyak orang gagal mendaftar tes CPNS  hanya karena hal sepele,  yaitu  ijazahnya  terselip  tempatnya  dan tidak  ditemukan di  detik-detik akhir masa pendaftaran tes CPNS. Jangan sampai ini terjadi pada Anda!

Jika  memiliki waktu  yang cukup, fotokopi  ijazah  dan transkrip nilai Anda,  kemudian mintalah  legalisasi  dari  universitas  atau  sekolah  tempat  ijazah  Anda  dikeluarkan. Jika Anda adalah lulusan dari universitas luar negeri, Anda harus melampirkan Surat Keterangan  Penyetaraan  ljazah dari  Dikti-Kemdikbud  atau  surat  keterangan  telah mengajukan  permohonan penyetaraan ijazah.

    Judul dan Abstrak Tugas Akhir, Tesis, atau Disertasi

Anda akan  diminta  untuk memasukkan judul  dan  abstrak tugas akhir, tesis, atau disertasi yang Anda buat dalam  rangka memenuhi  syarat belajar. Jika Anda tidak memiliki data tersebut, segeralah hubungi fakultas tempat Anda menimba ilmu untuk meminta datanya.

     Berkas Foto

Anda akan  diminta  memasukkan pasfoto  dalam format JPEG  dengan ukuran  200 x

150 piksel dan kapasitas ukuran 30 KB.

     Email

Pendaftaran tes CPNS  melalui  internet menuntut Anda untuk memiliki  email atau surat elektronik. Karena semua informasi yang berkaitan dengan status Anda dalam proses pendaftaran akan disampaikan melalui email.

Tentang Computerassisted Test(Cat)

Apa itu computer assisted test (CAT)?

Computer assisted test (CAT)  adalah  sistem  baru  dalam  perekrutan  CPNS.  Pada  sistem ini, pemerintah menggunakan  alat bantu komputer dalam  pelaksanaan  tes.  Sistem  ini digunakan  pertama  kali dalam  seleksi  CPNS tahun  2013.  Dalam  pelaksanaan  tes  CPNS dengan  metode  CAT  ini,   peserta  tes  harus  menjawab  soal-soal  tes   melalui  sarana komputer yang telah disediakan  oleh panitia.

Apa keunggulan sistem  CAT dibandingkan  dengan sistem  lembar jawaban  komputer (LJK)?

Tes CPNS dengan menggunakan  sistem CAT memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan tes seleksi CPNS dengan sistem  LJK, sebagai berikut.

1.   Pemeriksaan dan Laporan Hasil Ujian Lebih Cepat

Dalam tes dengan  menggunakan  CAT,  hasil jawaban  peserta  tes langsung  disimpan dan dikoreksi oleh  komputer pada saat itu juga.  Hal ini memberikan  efisiensi  dalam koreksi  soal  dan juga  memungkinkan peserta tes  mengetahui  nilai yang didapatnya pada akhir tes.

2.   Meminimalisasi  Kecurangan dalam Proses Seleksi CPNS

Salah  satu  pendorong dilaksanakannya  tes seleksi  CPNS dengan  CAT adalah  adanya berbagai indikasi  kecurangan pada seleksi CPNS dengan LJK.

Dengan  sistem  CAT,  kecurangan-kecurangan  dalam  pelaksanaan  tes  CPNS  dapat diminimalisasi. Karena peserta tes diberikan soal yang diacak secara kontinu, sehingga kecil kemungkinan akan terjadinya kebocoran soal.

3.   Terciptanya Standar Nilai

Bank soal tes CPNS dengan CAT dibuat dengan standar tinggi.  Dengan standar yang tinggi  tersebut diharapkan tes  CPNS  dengan  CAT  dapat meloloskan   CPNS  dengan kompetensi yang baik dan berkualitas tinggi.

4.    Penilaian  Lebih Objektif dan Transparan

Dalam  CAT,  peserta  tes  dinilai  langsung  dari  jawaban  yang  diberikan  pada  setiap soalnya. Bahkan, peserta tes secara transparan dapat mengakses nilainya pada akhir tes.  Hal  ini  tentunya  meminimalisasi prasangka  akan  terjadinya  tindak kecurangan dalam seleksi CPNS.

5.   Kemudahan Akses Pendaftaran untuk Peserta Tes

Dalam seleksi CPNS dengan CAT, semua tahapan  pendaftaran dan syarat administrasi peserta dilaksanakan melalui  internet. Hal ini tentu memudahkan  peserta tes untuk mendaftarkan dirinya dan mengefektifkan waktu  pendaftaran.

6.    Efisiensi Anggaran

Dalam  pelaksanaan  tes  CPNS  dengan  CAT,  pemerintah  hanya  perlu  menyediakan  sarana tes sekali dan dapat digunakan selama berkali-kali pelaksanaan tes.

Hal tersebut lebih efisien dibandingkan pelaksanaan tes CPNS dengan LJK, yaitu pemerintah harus mengeluarkan  biaya  untuk  membuat  soal  yang  berbeda  setiap  pelaksanaan,  juga biaya distribusi dan pengamanannya.

Bagaimana mengerjakan soal pada tes CAT?

Dalam tes CPNS dengan CAT, peserta tes diminta untuk mengerjakan soal  menggunakan komputer  yang  telah   disediakan.   Dalam  komputer  tersebut  telah  tersedia  program khusus yang berisi soal-soal tes CPNS.
Peserta tes harus mengikuti petunjuk yang tertera pada layar komputer untuk mengerjakan soal-soal tersebut.

Soal  dalam tes CPNS dengan  CAT sebanyak  100  soal  Tes Kompetensi  Dasar  (TKD)  yang terdiri atas:

a.    35 soal Tes Wawasan Kebangsaan,
b.   30 soal Tes lntelegensia  Umum,
c.   35 soal Tes Karakteristik Pribadi.

Soal-soal tersebut harus dikerjakan dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Setiap soal yang benar dalam Tes Wawasan  Kebangsaan dan Tes lntelegensia Umum bernilai 5 (lima) poin, jika salah akan bernilai O  (nol) poin.

Sementara dalam Tes  Karakteristik Pribadi, setiap pilihan jawaban mempunyai  poin sendiri-sendiri, yaitu 5 (lima)  poin untuk nilai tertinggi dan 1 (satu) poin untuk nilai terendah.  Untuk dapat memenuhi syarat kelulusan,  peserta tes harus memenuhi nilai ambang batas dari masing-masing tes.

Nilai Ambang  Batas Tes CPNS

Untuk  mendapatkan  calon  PNS  yang  berkompeten,  pemerintah  menetapkan  nilai ambang  batas atau passing grade  untuk Seleksi  Kompetensi  Dasar (SKD) seleksi  CPNS. Nilai ambang batas sendiri adalah nilai minimum yang harus dipenuhi oleh setiap peserta ujian  seleksi  CPNS.  Agar  dapat  diterima,  peserta  ujian  seleksi  CPNS  harus  memenuhi semua  nilai ambang batas dari  masing-masing  kategori SKD.

Nilai Ambang Batas Tes CPNS

Melalui  Peraturan  Menteri  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi (PAN-RB)  Nomor  22 Tahun  2017,  pemerintah  menetapkan  nilai ambang  batas  (passing grade) Seleksi Kompetensi  Dasar (SKD) CPNS, sebagai berikut.

Nilai Ambang Batas :

Tes Wawasan  Kebangsaan 35      175    75
Tes lnteligensia  Umum                30      150    80
Tes Karakteristik Pribadi              35      175    143


Sesuai nilai ambang batas di atas, berlaku ketentuan-ketentuan berikut ini.

a.    Tes Wawasan Kebangsaan

Tes Wawasan  Kebangsaan  memiliki  nilai  ambang  batas  dengan  persentase  paling rendah   dibandingkan  dengan   sub-tes   lainnya,   yaitu   75  dari   kemungkinan  nilai maksimum  sebanyak 175.  lni berarti, untuk memenuhi nilai  ambang  batas  dari  Tes Wawasan  Kebangsaan,  Anda  harus  menyelesaikan  dengan benar  sebanyak  15 soal dari jumlah  35 soal.

b.   Tes lnteligensia Umum

Tes lnteligensia  Umum  memiliki   persentase  nilai  ambang  batas  yang  sedikit  lebih tinggi dari Tes Wawasan  Kebangsaan, yaitu  80 dari  kemungkinan  nilai  maksimum sebanyak  150.  lni  berarti,  untuk  memenuhi nilai  ambang  batas  dari Tes  lnteligensia Umum,  Anda  harus  menyelesaikan  dengan  benar  sebanyak  16 soal  dari  jumlah  30 soal.

c.    Tes Karakteristik Pribadi

Tes Karakteristik  Pribadi  memiliki  persentase  nilai ambang batas tertinggi  dibandingkan dengan  sub-tes lainnya, yaitu 143 dari kemungkinan nilai maksimum  sebanyak  175.  lni berarti,  untuk  memenuhi nilai  ambang  batas  dari Tes  Karakteristik Pribadi, Anda  harus menyelesaikan dengan benar sebanyak 27 soal dari jumlah  35 soal.

Nilai Ambang  Batas SKD
Sumber: www.menpan.go.id

Dengan estimasi soal tersisa, Anda mendapat nilai terburuk (nilai 1), hasil Anda adalah:

27 jawaban  tepat (nilai 5) + 8 jawaban  paling buruk (nilai  1) (27 x 5) + (8 x 1) = 135 + 8 = 143.
Tepat sesuai nilai ambang batas untuk Tes Karakteristik Pribadi.

Peserta tes CPNS dinyatakan memenuhi nilai ambang batas apabila berhasil mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai ambang batas ketiga kategori tes tersebut (Tes Wawasan  Kebangsaan,  Tes lnteligensia  Umum,  dan Tes  Karakteristik  Pribadi).  Peserta yang memenuhi syarat ini  akan  diurutkan  (dibuat ranking)  sesuai  hasil nilainya. 

Peserta yang menduduki ranking 3 (tiga) besar dapat mengikuti Seleksi  Kompetensi  Bidang (SKB) sebagai  tahap selanjutnya  dari  seleksi  CPNS.  Sebaliknya,  peserta tes CPNS  dinyatakan gagal, apabila tidak memenuhi salah satu saja nilai ambang batas dari ketiga  kategori tes terse but.

Seleksi Kompetensi Bidang

Seleksi  Kompetensi  Bidang (SKB)  adalah tes lanjutan yang digunakan untuk  mengukur kompetensi dan keahlian peserta tes secara lebih spesifik, sesuai bidang yang dikuasainya. Peserta SKB adalah peserta yang memenuhi nilai ambang batas  (passing grade)  Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Untuk setiap satu jabatan hanya tersedia tiga kuota peserta SKB. Jadi, dari seluruh peserta SKD yang memenuhi passing grade akan dibuat peringkat berdasarkan nilai SKD dan akan diambil peserta SKB sesuai jumlah  jabatan yang tersedia.

Contoh:
    Jumlah formasi jabatan:  14 formasi jabatan
     Peserta yang memenuhi passing grade SKD: 180 orang
     Peserta yang lolos menuju SKB: 14 x 3 = 42 orang peringkat tertinggi.

Jadi,  dari  180  orang yang  memenuhi passing  grade  SKD,  yang  berhak  melaju  ke tahapan SKB hanya 42 orang peringkat tertinggi.

Jenis­Jenis  Seleksi Kompetensi Bidang

Ada beberapa jenis  SKB  yang dilaksanakan  dalam  seleksi  penerimaan  CPNS.  Jenis  SKB yang dilaksanakan tergantung pada formasi jabatan yang dilamar. Jenis-jenis SKB dalam seleksi penerimaan CPNS, sebagai berikut.

a.   Tes Substansi Jabatan dengan Computer Assisted Test (CAT)

Tes  substansi   jabatan   dengan   CAT   adalah   tes  yang   dilakukan   untuk   menguji pengetahuan peserta tes terkait dengan  substansi jabatan yang  dilamarnya.  Tes ini dilaksanakan  dengan  sistem  CAT,  persis  seperti  pelaksanaan  Tes Kompetensi Dasar (TKD). Hal yang  berbeda hanya pada muatan soal yang  sepenuhnya berisi tentang hal-hal yang terkait dengan formasi jabatan yang dilamar.

b.  Praktik Kerja Komputer

Praktik kerja komputer adalah tes kompetensi  bidang yang menguji  keterampilan peserta tes dalam  mengoperasikan  dan  bekerja  dengan  komputer.  Program yang digunakan  dalam  praktik kerja komputer ini berbeda-beda,  sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar.

c.   Seleksi Kesamaptaan

Seleksi  kesamaptaan disebut juga dengan  seleksi  kemampuan jasmani. Tes  ini  di- gunakan untuk menguji kemampuan jasmani peserta tes CPNS. Seleksi kesamaptaan tidak  digunakan  untuk  seluruh  formasi  jabatan.  Sebagian  besar  formasi  jabatan yang menggunakan seleksi ini adalah formasi jabatan untuk lulusan SMA/SMK dan sederajat.

Dalam seleksi kesamaptaan, terdapat beberapa jenis tes, antara  lain:

    lari 12 menit,
   push up,
   sit up
   pull up,
   shuttle run,
   chinning, dan
    renang.

Namun, dalam seleksi kesamaptaan untuk peserta tes CPNS biasanya hanya digunakan dua macam jenis tes, yaitu lari 12 menit dan shuttle run.

    Lari 12 Menit

Lari  12  menit adalah tes yang menguji  kecepatan  dan  ketahanan  peserta tes dalam berlari.  Dalam tes ini,  peserta  tes akan  diberikan  waktu  selama  12 menit untuk berlari. Dalam waktu tersebut, peserta tes harus berlari menempuh jarak sejauh mungkin.

Target penilaian:

a)   Peserta laki-laki  :   minimum  menempuh jarak 3.444 meter
b)   Peserta perempuan: minimum  menempuh jarak 3.095 meter

   Shuttle Run

Shuttle run biasa dikenal dengan tes lari angka delapan.  Dalam tes ini, peserta tes harus berlari dengan lintasan menyerupai angka delapan. Hal yang dihitung dalam tes ini adalah  kecepatan  lari  peserta.

Jadi,  peserta tes harus berlari  memutari dua tiang pancang dengan lintasan seperti angka delapan sebanyak tiga putaran. Waktu  yang  ditempuh  peserta  tes  akan  menentukan  nilainya.  Semakin  cepat waktu yang ditempuh, akan semakin tinggi nilainya.

Target penilaian:

a)   Peserta  laki-laki:  minimum menyelesaikan  tes dalam waktu  16,2 detik.
b)  Peserta  perempuan: minimum menyelesaikan tes dalam waktu  17,6 detik.
d.  Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK)

Pengamatan  fisik  dan  keterampilan   adalah   pemeriksaan  fisik  dan   keterampilan peserta tes yang  dilakukan  dengan  mengamati secara  langsung.  Pengamatan  fisik meliputi  tinggi badan,  berat  badan,  kondisi  badan  keseluruhan  (pengamatan  tidak bertato, adakah bekas tindik, bagaimana cara berjalannya, adakah cacat fisik, adakah bekas operasi), serta pemeriksaan mata dan THT.

Sementara  itu,  pengamatan  keterampilan  meliputi  pengamatan  keterampilan  yang dibutuhkan  untuk formasi jabatan tertentu.  Misalnya,  keterampilan  baris  berbaris atau  keterampilan bela diri.

e.  Tes Psikotes dan Wawancara

Salah satu jenis SKB yang sudah sangat dikenal adalah tes psikotes dan wawancara. Tes psikotes digunakan untuk mengetahui kepribadian peserta tes melalui  serangkaian tes  psikotes,  sedangkan  tes wawancara  digunakan  untuk  mengetahui  kepribadian peserta tes secara lebih mendalam  melalui serangkaian sesi tanya jawab.

Selain untuk mengetahui  kepribadian  peserta  tes,  tes  psikotes  dan wawancara  juga  digunakan untuk  mengukur  kesesuaian  kepribadian  peserta  tes  dengan  formasi  jabatan  yang dilamarnya.

Posting Komentar untuk "Panduan Sukses Tes CPNS Dan P3K 2018 / 2019 / 2020 / 2021 Sistem CAT Ter-update & Terlengkap"