Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Negara Mayoritas Muslim Ada Bencana, Gempa Tapi Tak Ada Narasi Taqwa Yang Diunggah Penguasa



Jum'at malam (2/8) terjadi gempa berkekuatan M 6,9 SR. Episentrum (pusat gempa) terletak di 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Koordinat episentrum berada pada 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104,75 derajat Bujur Timur.
Gempa terasa di sejumlah titik, dari pulau Jawa hingga Sumatera. Sejumlah warga di Kota kota seperti Bandung, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Serang, Merak, hingga Bandar Lampung turut merasakan getaran gempa.

Meski akhirnya potensi tsunami tidak terjadi, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat sebanyak 26 rumah rusak akibat gempa M 6,9 Banten. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Meski terjadi gempa, istana tidak membatalkan gelaran wayang kulit diikuti sejumlah parade gelak tawa yang menjauhkan dari dzikrulloh. Artis semacam Didi Kempot, Soimah, dan lain - lain, tetap melanjutkan parade hiburan dan gelak tawa tanpa perlu mengheningkan cipta, untuk bermuhasabah atas salah dan dosa karena terjadinya gempa.

Presiden pun, tak mengungagah satupun kalimat yang mengingatkan rakyat agar kembali taqwa kepada tuhannya, kembali taat. Mungkin saja, media juga akan mengulangi hal serupa. Sibuk mengulas gerakan lempeng ini itu, patahan ini itu, akibat dan dampak, potensi - potensi, dan seterusnya.
Tak ada, satupun wakil negara yang mengingatkan rakyat atas adanya hubungan kasualitas antara gempa dengan maksiat yang dilakukan manusia. Konstruksi narasi sosial menjadi kering, seolah negara Nir agama.

Para agamawan juga luput, menjalankan fungsi mereka untuk mengingatkan umat atas adanya salah dan dosa. Semua sibuk menghitung kerugian materiil, sibuk melakukan recovery fisik dan mental, namun justru luput merecovery keyakinan keberagamaan. Lupa mengingatkan, bahwa di balik lempengan ini itu, bergeraknya patahan ini itu, ada Allah SWT dzat yang maha pengatur di balik itu semua.

Sementara umat Islam yang telah kembali pada kesadaran Ruh keislaman, merindukan pemimpin laksana Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar RA. Merindu kehadiran pemimpin, yang langsung menegur maksiat rakyat ketika terjadi Gempa dan mengajaknya kembali untuk taat.

Rezim yang ada, justru melakukan maksiat secara terbuka. Menerapkan hukum selain hukum Allah SWT. Berebut kuasa dan jabatan, tanpa menghiraukan air mata, keringat, dan darah penderitaan rakyat.

Mereka tetap gontok - gontokan rebutan posisi ketua MPR, ketua DPR, rebutan jatah menteri dan sejumlah posisi strategis lainnya. Mereka terus bertarung, baik secara terbuka maupun tertutup untuk berebut kuasa.

"Tak ada" diantara mereka yang memikirkan rakyatnya. Ya Allah, ampunilah kami. Segera, turunkan pertolongan dengan tegaknya syariat Islam dan hadirnya pemimpin yang taat ditengah - tengah kami, Aamiin....


Posting Komentar untuk "Negara Mayoritas Muslim Ada Bencana, Gempa Tapi Tak Ada Narasi Taqwa Yang Diunggah Penguasa"